Tampilkan postingan dengan label tidur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tidur. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Oktober 2012

22 (Indonesia)


            Havyn menghentikan mobil di depan gang kos Cinta. Melihat Cinta yang terlelap, Havyn merasa tidak tega membangungkannya. Ditekannya tombol pengendali otomatis, untuk sedikit membuka jendela. Tapi ternyata suaranya justru membangunkan Cinta.
            “Sudah sampai?” Tanya Cinta, setengah bergumam.
            “Sudah. Tapi kalau masih mau tidur di sini, lanjutkan saja tidurnya.” Jawab Havyn dengan lembut, selembut pandangan yang arahkannya kepada Cinta.
            Cinta menggeliat, lalu tertawa kecil dan berkata, “Tapi, bukankah Havyn harus cepat pulang? Mobil ini akan digunakan papa Havyn ke kantor, bukan?”
            Havyn hanya diam, meskipun tetap tersenyum sambil memandangnya.
            “Haavyn. Ada apa?” Cinta bertanya sambil melambai-lambaikan tangan di depan wajah Havyn, untuk menyadarkannya. Tapi Havyn justru menggenggamnya, untuk merengkuhnya lebih dekat dan mencium bibirnya, lalu membelainya dengan lembut pada bagian lehernya, lalu turun ke bagian dada.
            Melihat Cinta yang tampak sangat menikmatinya, Havyn merasa semakin kesulitan menahan gairahnya. Disisipkannya salah satu tangan ke balik kemeja Cinta, untuk membelai punggungnya, sementara yang lain melepaskannya kancing kemejanya, sambil tetap menciuminya.
            “Havyn…” Desahnya. Namun secara tiba-tiba Havyn hanya terdiam memandangi tubuh Cinta yang kurus dan menghentikan apa pun yang sedang dilakukannya.

~*~

Jumat, 21 September 2012

5 (Indonesia)


Telepon genggam yang tergeletak di atas meja berbunyi. Dengan malas Havyn bangkit dari tempat tidur untuk mengambilnya. Havyn melihat tampilan pada layarnya. SMS dari Cinta.
Haaavyn, sudah makan malam atau belum? Makan apa? Kenapa tidak mengirimkan SMS kepadaku?
Jemarinya mulai bergerak, membalas SMS dari Cinta.
Aku belum makan. Mungkin sebentar lagi. Kamu sudah makan? Tadi makan apa?
Aduh! Havyn merasa aneh jika harus mengirimkan SMS yang seperti itu. Jemarinya kembali bergerak…, menekan tombol untuk menghapus dan membatalkan pesan yang sudah hampir dikirimkannya.
Tiba-tiba, pintu kamarnya digedor. Terdengar Donna berteriak dari luar sana. “Havyn! SMS Cinta kenapa belum kamu balas? Havyn! Tidur ya?”
“Belum! Aku sedang mengetik pesan balasannya!”
“Cepat dikirim, ya!”
Havyn menghempaskan badannya ke tempat tidur. Huh! Punya sepupu yang seperti itu memang benar-benar sangat merepotkan. Dan ternyata, berpacaran juga merepotkan….
“Havyn! Kenapa belum dikirim juga?” lagi-lagi Donna menggedor pintu kamarnya dan berteriak.
“Iya, sebentar lagi kukirim!”
“Awas, jangan terlalu lama!”
“Makanya jangan berisik!”

~ * ~