Minggu, 14 Oktober 2012

28


            Donna melongokkan kepala ke dalam kamar Havyn, karena melihat Havyn yang hanya diam saja, tanpa memetik gitar yang hampir selalu berada di dalam pelukannya.
            “Kenapa lagi? Bukankah Cinta sudah kembali?”
            “Diam, dan tutup pintunya sewaktu kamu keluar dari kamarku. Terima kasih.”
            “Ha ha ha….” Donna hanya tertawa dan justru masuk ke dalam kamarnya. “Pacar hilang salah, pacar sudah pulang juga masih marah-marah. Sejak punya pacar, kamu seperti berubah menjadi orang yang berbeda. Mana Havyn yang selama ini hanya bisa diam saja? Ha ha ha.”
            “Kalau sesekali tidak ikut campur dengan urusanku, memangnya kamu kenapa? Aku dan Cinta baik-baik saja. Jadi, pikirkan saja hubunganmu dengan Satria.”
            “Ha ha ha. Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Satria. Aku hanya ingin memastikan agar kamu dan Cinta sama-sama bahagia.”
            “Selama kamu ada, aku mana mungkin bisa bahagia?”
            “Aku serius. Kalau kau dan Cinta baik-baik saja, apa yang sedang kamu pikirkan?”
            Havyn menghela napas panjang, sebelum menjawab pertanyaan Donna. “Aku bertemu Desiree.”
            “Apa?! Perempuan penggoda yang dulu membuatmu jungkir balik tidak karuan itu? Kamu masih berhubungan dengannya?”
            “Jangan sembarangan bicara! Aku tidak sengaja bertemu dengannya saat mencari Cinta. Dia memintaku untuk memberikan kursus privat kepadanya.”
            “Dan kamu menerimanya?! Kamu sudah punya Cinta!”
            “Tapi aku ingin mencoba bekerja.”
            “Tapi tidak harus dengan menjadi guru privat Desiree, bukan?”
            “Desiree atau bukan, memang apa bedanya?”
            “Sampai kapan kamu membiarkan otakmu diracuni oleh perempuan itu?”
            “Kenapa kamu sebegitu membencinya?”
            “Dari tingginya potongan rok yang dipakainya saja, aku dan semua teman di SMA kita tahu pasti siapa dia yang sebenarnya. Hanya kamu saja yang terus-menerus membelanya, karena kamu menyukainya.”
            “Terserah. Yang pasti aku tidak suka, dan awas, jangan sampai menyakiti Cinta.”

~*~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar