Tampilkan postingan dengan label pintu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pintu. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 September 2012

5 (Indonesia)


Telepon genggam yang tergeletak di atas meja berbunyi. Dengan malas Havyn bangkit dari tempat tidur untuk mengambilnya. Havyn melihat tampilan pada layarnya. SMS dari Cinta.
Haaavyn, sudah makan malam atau belum? Makan apa? Kenapa tidak mengirimkan SMS kepadaku?
Jemarinya mulai bergerak, membalas SMS dari Cinta.
Aku belum makan. Mungkin sebentar lagi. Kamu sudah makan? Tadi makan apa?
Aduh! Havyn merasa aneh jika harus mengirimkan SMS yang seperti itu. Jemarinya kembali bergerak…, menekan tombol untuk menghapus dan membatalkan pesan yang sudah hampir dikirimkannya.
Tiba-tiba, pintu kamarnya digedor. Terdengar Donna berteriak dari luar sana. “Havyn! SMS Cinta kenapa belum kamu balas? Havyn! Tidur ya?”
“Belum! Aku sedang mengetik pesan balasannya!”
“Cepat dikirim, ya!”
Havyn menghempaskan badannya ke tempat tidur. Huh! Punya sepupu yang seperti itu memang benar-benar sangat merepotkan. Dan ternyata, berpacaran juga merepotkan….
“Havyn! Kenapa belum dikirim juga?” lagi-lagi Donna menggedor pintu kamarnya dan berteriak.
“Iya, sebentar lagi kukirim!”
“Awas, jangan terlalu lama!”
“Makanya jangan berisik!”

~ * ~