Tampilkan postingan dengan label otomatis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label otomatis. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Oktober 2012

22 (Indonesia)


            Havyn menghentikan mobil di depan gang kos Cinta. Melihat Cinta yang terlelap, Havyn merasa tidak tega membangungkannya. Ditekannya tombol pengendali otomatis, untuk sedikit membuka jendela. Tapi ternyata suaranya justru membangunkan Cinta.
            “Sudah sampai?” Tanya Cinta, setengah bergumam.
            “Sudah. Tapi kalau masih mau tidur di sini, lanjutkan saja tidurnya.” Jawab Havyn dengan lembut, selembut pandangan yang arahkannya kepada Cinta.
            Cinta menggeliat, lalu tertawa kecil dan berkata, “Tapi, bukankah Havyn harus cepat pulang? Mobil ini akan digunakan papa Havyn ke kantor, bukan?”
            Havyn hanya diam, meskipun tetap tersenyum sambil memandangnya.
            “Haavyn. Ada apa?” Cinta bertanya sambil melambai-lambaikan tangan di depan wajah Havyn, untuk menyadarkannya. Tapi Havyn justru menggenggamnya, untuk merengkuhnya lebih dekat dan mencium bibirnya, lalu membelainya dengan lembut pada bagian lehernya, lalu turun ke bagian dada.
            Melihat Cinta yang tampak sangat menikmatinya, Havyn merasa semakin kesulitan menahan gairahnya. Disisipkannya salah satu tangan ke balik kemeja Cinta, untuk membelai punggungnya, sementara yang lain melepaskannya kancing kemejanya, sambil tetap menciuminya.
            “Havyn…” Desahnya. Namun secara tiba-tiba Havyn hanya terdiam memandangi tubuh Cinta yang kurus dan menghentikan apa pun yang sedang dilakukannya.

~*~