Tepuk tangan bergemuruh bersamaan dengan munculnya seorang model belia, dengan busana gemerlap keperakan yang menyilaukan mata dan hanya menutup tubuh dari dada hingga sedikit di bawah pangkal paha. Hiasan rambut yang dikenakannya terbuat dari bulu-bulu putih yang lembut. Beberapa dari ujungnya yang panjang menjuntai, melambai-lambai mengikuti gerakan tubuhnya, seolah saling berlomba, untuk dapat membelai permukaan bahunya yang terbuka.
Indah dan sangat menggoda. Havyn tidak bisa mempercayai apa yang dilihatnya. Dalam seketika, ia tidak lagi mampu mengendalikan dirinya. Havyn berdiri dengan mata terbelalak dan mulut terbuka. Hingar bingar musik yang memekakkan telinga tidak lagi bisa didengarnya. Yang dapat ditangkap oleh panca inderanya hanyalah sosok model berwajah manis itu, yang sedang melangkah setapak demi setapak menuju ke arahnya, dengan diiringi oleh irama detak jantungnya.
Meskipun ingin berteriak, tapi Havyn hanya mampu menggerakkan bibirnya. “Cinta….”
Selama beberapa detik pandangan mereka bertemu, tapi tidak lama, karena Cinta segera membuang muka, kembali tersenyum dan melangkahkan kaki-kakinya yang panjang, untuk melanjutkan tugasnya.
~*~