Minggu, 23 September 2012

7 (Indonesia)


Hari sudah hampir gelap saat mereka duduk berdampingan di tepi jalan. Sejak mereka berpacaran, Cinta yang kos di dekat kampus hampir selalu menemani Havyn menunggu bus yang akan membawanya pulang. Cinta mengeluarkan telepon genggam yang berbunyi dari dalam tasnya, kemudian membaca dan membalas pesan yang diterimanya.
Melihat ekspresi Cinta yang kemudian segera melongokkan kepalanya, memandang ke sekitar mereka, Havyn bertanya. “Ada apa?”
“Oh, tidak apa-apa. Tapi, sepertinya aku tidak bisa terlalu lama menemani Havyn.”
“Kenapa?”
“Ada urusan mendadak.”
“Urusan apa? Bukankah keluargamu berada di daerah?”
“Aku harus bekerja. Nanti ada mobil kantor yang akan menjemputku.”
“Bekerja?”
Cinta mengangguk.
 “Oh. Kutemani sampai jemputannya datang, ya?”
Cinta menjawabnya dengan anggukan.
Beberapa saat berlalu. Telepon yang berada di dalam genggaman Cinta berdering. Ia berdiri, setelah menyelesaikan percakapan dengan lawan bicaranya di telepon.
“Jemputannya sudah datang. Aku pergi dulu, ya?” Kata Cinta kepada Havyn.
“Sudah? Di mana?”
“Itu.” Kata Cinta sambil menunjuk ke sebuah mobil yang baru saja menepi, dari jalan raya yang terbentang di depan mereka.
Havyn mengikuti Cinta yang menuju ke mobil tersebut. Tepat di depan pintu belakang mobil itu, Cinta berbalik menghadapnya, untuk berpamitan.
“Sampai besok.”
Havyn mengangguk, lalu mengecup keningnya. Cinta pun masuk ke dalam mobil, yang kemudian membawanya berlalu.

~*~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar