Jumat, 28 September 2012

12 (Indonesia)


Satria menyentuh lengan Havyn, yang segera menengok, mengangkat alisnya dan dan memberikan pandangan bertanya-tanya. Diberikannya tanda dengan menunjuk ke arlojinya, sambil menggerakkan bibir, menyebutkan nama Galih. Tapi Havyn hanya mengangkat kedua bahunya, untuk menyatakan jika ia tidak tahu.
Dengan tidak sabar Satria menggoyang-goyangkan kaki sambil memandang ke arah toilet. Menurutnya, Galih sudah terlalu lama berada di sana. Diusahakannya untuk tetap tenang, tapi gagal. Akhirnya, ia berdiri, berbisik di telinga Havyn, untuk memberitahukan maksudnya, lalu bergerak menuju ke toilet, sambil menyeret Bayu yang sepertinya tidak rela meninggalkan gadis-gadis cantik yang sedang dipandanginya.
Bayu masih saja memprotes saat Satria berseru memanggil Galih, sambil memeriksa setiap pintu toilet. Diketuknya salah satu pintu yang terkunci, sambil tetap memanggil Galih.
Sekian lama berlalu, tetap tidak ada jawaban dari balik pintu. Bayu tetap saja mengomel, karena dipaksa menemaninya, tapi Satria tidak terlalu memperhatikannya, karena ia merasa semakin yakin jika sesuatu yang tidak diinginkan telah terjadi pada Galih. Ia pun mulai berusaha mendobrak pintu toilet yang terkunci rapat.
“Hei, apa yang kamu lakukan?” 
Satria tidak memberikan jawaban apa-apa dan dengan wajah yang tampak cemas, ia tetap berusaha mendorong pintu toilet dengan menggunakan bahunya. Bayu mulai bisa membaca kekhawatiran yang dirasakan oleh Satria, lalu membantunya.
Pintu terbuka. Terlihat Galih dalam posisi duduk pada kloset dengan wajah pusat pasi, tak sadarkan diri.
 “Galih!” seru Satria sambil mengguncang-guncangkan tubuh Galih, membuat dompet yang sebelumnya tergeletak di pangkuan Galih terhempas ke lantai dalam posisi terbuka, sebuah amplop kecil berwarna biru muda meluncur ke luar, bersamaan dengan jatuhnya dompet itu, dengan nama Mabel yang tertera di sana.
Menyadari jika apa yang dilakukannya tidak akan dapat membuat Galih terjaga, ia segera berseru ke arah Bayu yang hanya bisa memandang apa yang dilakukannya terhadap Galih dengan mata yang berkaca-kaca. “Cepat telepon ambulans dan panggil Havyn ke sini!”

~*~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar