Rabu, 26 September 2012

10 (Indonesia)


            Havyn menggoyang-goyangkan kepala, mengikuti irama alunan musik yang bergemuruh, dengan diiringi kelap-kelip lampu berwarna yang menerangi kafe XTC.
Satria berseru kepadanya, berusaha mengalahkan kebisingan. “Kenapa ke sini, sih?”
Tapi Havyn tetap asyik dengan dirinya sendiri. Justru Bayu yang  kemudian balik bertanya kepadanya. “Memangnya kenapa?”
 “Apa serunya ke sini tanpa mengajak anak-anak perempuan?”
Bayu turut berseru, “Kita berdua masih jomblo. Apa serunya kalau mereka berdua mengajak pacar mereka? Malam ini ada acara spesial di sini. Banyak model cantik!”
Satria belum sempat menjawab, tapi Bayu sudah menggodanya. “Tapi mungkin kamu lebih suka mendekati Donna, ya? Hahaha….”
Galih yang sedari tadi hanya diam sambil merokok dan menyandarkan kepalanya pada kursi, tiba-tiba beranjak.
Satria menahannya. “Mau ke mana?”
“Toilet.” Galih hanya menjawab singkat, lalu pergi.
Irama lagu yang diperdengarkan berubah semakin cepat. Satria mencondongkan tubuh, untuk berbicara dengan Bayu. “Mana modelnya?”
Bayu memeriksa telepon genggam untuk melihat jam, lalu menjawab, “Tunggu saja. Sebentar lagi.”
Benar saja. Tidak lama kemudian beberapa orang wanita cantik bermunculan, lalu melangkahkan kaki mereka menuruni panggung, sambil memamerkan senyum dan meliuk-liukkan tubuh mereka yang hanya dibalut busana yang sangat minim, di antara meja para pengunjung kafe.
Dengan mata yang berbinar-binar, Bayu memandangi setiap model yang menghampiri meja mereka, lalu memalingkan wajah kepada Satria dan dengan penuh semangat berkata, “Seksi sekaleee!”
Tapi Satria hanya memberikan senyum sambil menggeleng-gelengkan kepala, melihat polah Bayu yang seperti seorang anak yang tersesat di dalam toko mainan. Diliriknya Havyn yang tetap menggoyang-goyangkan kepala mengikuti irama dengan wajah datar, seolah tidak terlalu mempedulikan kehadiran model-model yang cantik itu.

~*~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar