Tampilkan postingan dengan label Kartu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kartu. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 September 2012

11 (Indonesia)


Galih masuk ke salah satu toilet yang tersedia. Setelah mengunci pintu, ia mengeluarkan sebungkus plastik kecil berisi bubuk yang berwarna putih. Dituangkannya sebagian dari bubuk tersebut pada permukaan tutup toilet, lalu dikeluarkannya sebuah kartu dari dompet, untuk membelahnya menjadi dua baris yang kurang lebih selebar sekitar setengah sentimeter, dengan panjang yang kurang lebih sama dengan pulpen.
Puas melihat apa yang dilakukannya, Galih kembali membuka dompet, untuk mengeluarkan lembaran uang baru yang masih licin, untuk digulung hingga berbentuk seperti sedotan. Ditutupnya salah satu hidung dengan menggunakan jari, dan menggunakan lubang hidung yang lain untuk mengisap bubuk tersebut. Dihembuskannya nafas melalui mulut.
Galih tidak bisa mengerti, mengapa kedua orangtuanya terlalu sibuk dan selalu bertengkar saat bertemu. Ia tidak bisa mengerti, mengapa orangtua Mabel menginginkan agar ia menjauh dari puteri mereka, meskipun Galih sangat menyayanginya dan ia juga tidak bisa mengerti, mengapa Mabel tidak juga bisa memahaminya.
Ditutupnya kembali salah satu hidung dengan menggunakan jari, lalu menggunakan lubang hidung yang lain untuk mengisap bubuk putih yang membuatnya merasa lebih gembira, sebelum mengulangi apa yang dilakukannya. Merasa senang, Galih terus-menerus mengulangi apa yang dilakukannya.

~*~