Tampilkan postingan dengan label kerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kerja. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Oktober 2012

16 (Indonesia)


“Sekarang aku sudah dirias. Baju yang akan kupakai juga sudah dipersiapkan. Aku hanya tinggal memakainya, dan bersiap-siap untuk tampil. Aku tidak tahu, apakah aku menyukai pekerjaan ini atau tidak. Yang pasti, aku sangat membutuhkannya dan selain Havyn, tidak ada yang mengetahui jika aku melakukannya. Aku khawatir. Banyak orang yang menganggap pekerjaan seperti yang kulakukan tidak cukup baik. Itu yang membuatku tidak memberitahukannya kepada siapa pun juga, dan merasa takut jika Havyn marah. Setelah mengetahuinya, Havyn tidak pernah menghubungiku, dan hanya diam saja sewaktu bertemu di kampus, sebelum kita membicarakannya di kantin. Aku senang karena kita membicarakannya. Terima kasih banyak. Terima kasih, karena kamu tidak marah dan maaf, karena aku harus melakukannya.”
Setelah membaca SMS yang diterimanya dari Cinta, Havyn merasa sangat gelisah. Dengan terburu-buru, ia segera berganti pakaian, lalu meneriakkan permintaan untuk meminjam mobil kepada ayahnya, sambil menyambar kunci mobil yang dimaksud. Hanya ada satu hal yang terlintas di dalam benaknya; Cinta membutuhkan dukunganku, dan aku harus berada di sampingnya.

~*~