Cinta meletakkan tas di atas meja belajar, kemudian mandi.
Gemericik air yang mengucur dari keran membuatnya tidak mendengar telepon genggamnya yang terus-menerus berdering, sehingga ia tetap saja mandi dengan santai, menikmati kesegaran yang membuat hatinya terasa semakin berbunga-bunga. Setelah mematikan keran, baru lah Cinta mendengar dering telepon yang dengan segera disambutnya.
“Halo, Cinta.”
“Ya, mas.”
….
Setelah menutup telepon, Cinta dengan panik segera mengumpulkan barang-barang keperluannya, lalu meletakkan semuanya di atas tempat tidur sebelum memasukkannya ke dalam tas. Belum sempat ia menyelesaikannya, telepon kembali berdering.
“Aku sudah di depan. Cepat.”
“Sebentar, mas.”
Sebelum bergegas keluar, Cinta segera memasukkan semua barang yang telah dipersiapkannya di tempat tidur. Kecuali telepon genggamnya, yang terjatuh saat Cinta dengan terburu-buru memasukkannya ke dalam tas.
~*~